Langsung ke konten utama

Kabur ke 'Hutan Kota Malabar'

Hari Minggu kemarin kayaknya saya jadi manusia paling sibuk sedunia. Dunia saya sendiri maksudnya. Pagi ikut jalan sehat di tempat kerja, siangan dikit hunting foto di hutan kota, dan sorenya hadir di gathering fandom lanjut nanem benih bunga matahari. Malamnya rebahan males-malesan sambil sekrol twitter nyari meme (ini unfaedah sekali). Anyway yang mau saya jadikan sorotan di postingan ini tentu saja kegiatan hunting foto di 'Hutan Kota Malabar'. Ceritanya saya udah bosen nungguin undian door prize pasca jalan sehat karena udah yakin nggak bakal dapet seperti jalan sehat-jalan sehat sebelumnya. Jadilah saya ngajak my partner in crime untuk melarikan diri ke 'Hutan Kota Malabar'. Satu-satunya foto yang saya ambil di venue jalan sehat xD Kami, eh tepatnya saya sih, dari dulu udah pingin banget nengok salah satu hutan kota yang ada di Malang ini. Cuman nggak jadi-jadi terus, entah alasannya apa saya lupa sangking banyaknya. Berhubung teman saya ini mau nikah akhir ...

[Malaysia Part 5] Jalan-Jalan Sampai Gempor

cr: ditayuoctaviana

Foto di atas adalah teman SMA saya yang dulu bulan madu ke Batu Caves, Malaysia. Sumpah bikin saya iri berat. Bukan bulan madunya, tapi ke Batu Caves-nya. :p

Pemandangan bukit kapur dan patung tinggi besar berwarna kuning emas itu menggoda keinginan untuk berkunjung. Belum lagi burung-burung dara yang terbang di sekeliling pengunjung, hmmm...mirip di Eropa nggak sih? Nggak tau hehehe belum pernah ke Eropa hehehe.


Batu Caves adalah kompleks kuil yang berada di serangkaian gua kapur. Gua terbesar dan menjadi unggulan yang ada di kompleks itu adalah Cathedral Cave, masuknya gratis. Untuk mencapainya harus mendaki 272 anak tangga. Cuapek sih tapi coba balik badan sebentar begitu sampai atas, pemandangan cantik berupa gedung-gedung tinggi dan jalan layang nun jauh disana tersaji di depan mata. :) Patung berwarna kuning yang tinggi dan besar di kawasan Batu Caves adalah patung Dewa Murugan setinggi 42,7 meter. Ini adalah patung Hindu terbesar kedua setelah Kailashnath Mahadev yang berada di Nepal (nyontek informasi dari buku 'ASEAN Escape' karya Hendra Fu).
Bisa naik kereta dari stasiun Kuala Lumpur untuk menuju ke Batu Caves, lama perjalanan sekitar 30 menit. Harga persis tiket keretanya saya lupa soalnya beli kolektif bertiga, emmm...sekitar 2-3 RM per orang sepertinya. Turunnya ya di stasiun Batu Caves, stasiun terakhir. Nggak perlu naik kendaraan apa-apa lagi setelah dari stasiun, cukup jalan kaki aja nggak sampai 10 menit sudah sampai.


Patung Hanoman

Gilak sih saya kagum banget sama transportasi publik di Kuala Lumpur, kereta terutama. Dari pusat kota ke pinggiran bisa dicapai dengan naik kereta. Keretanya nyaman pun ada gerbong khusus perempuan (mereka menyebutnya koc wanita). Terus keretanya tersedia rata-rata tiap 5-7 menit. Petunjuk arah di dalam stasiun terbaca jelas. Selain di loket, tiket juga bisa dibeli di vending machine.

Suasana di dalam koc wanita

Nggak heran kalau kendaraan pribadi di jalan nggak begitu banyak dan banyak warga yang jalan kaki kemana-mana. Trotoarnya lebar dan nyaman. Warbyasah!

Dua orang pekerja kantoran berjalan kaki setelah pulang kerja, saya temui secara random di jalan

Kalau di Malang transportasi publiknya kayak di Kuala Lumpur begini saya mau deh kemana-mana naik kereta dan jalan kaki tiap hari. Mayan siapa tau lama-lama bohay kayak SISTAR karena kebanyakan jalan kaki.

Suasana di stasiun KLCC di malam hari

Ehem balik lagi ke topik Batu Caves. Saat saya berkunjung kesana, Batu Caves sedang direnovasi. O__________O

Patung Dewa Murugan yang sedang direnovasi :(

Untuk persiapan festival di bulan Januari-Februari sepertinya. Nggak hanya Batu Caves sih yang lagi berbenah bulan November lalu, Masjid Jamek dan Sultan Abdul Samad Building juga masih direnovasi di beberapa bagian.

Salah satu sudut Sultan Abdul Samad Building

Agak mengganggu dan mengurangi keindahan tapi show must go on.

Sudah jauh-jauh ke Batu Caves ya harus naik tangga kuil dong. Awalnya keder karena curam amat tangganya. Kemudian melihat sekeliling ada banyak bule-bule kakek-nenek pada seger buger naik tangga kok ya malu ini masih muda malah cemen takut tangga curam. -__________-

Ibu-ibu keturunan India di tangga kuil

Dengan ngos-ngosan dan penuh perjuangan, begitu sampai atas tampilannya seperti ini:

TARAAAAA! Traveling memang nggak selamanya berkutat dengan hal yang indah-indah :)

Malam harinya berkunjung ke Petronas Twin Tower. Untuk menuju kesana bisa naik kereta di stasiun Pasar Seni dan turun di stasiun KLCC. Harga tiket keretanya kurang dari 1 RM per orang. Nggak perlu naik kendaraan apa-apa lagi setelah sampai di KLCC, cukup jalan kaki sekitar 5 menit dan Petronas Twin Tower pun sudah bisa dinikmati.


Petronas Twin Tower masing-masing terdiri dari 88 lantai dengan tinggi 452 meter. Menara kembar ini terhubung dengan sky bridge di lantai 41 dan 42. Pengunjung bisa naik untuk melihat panorama Kuala Lumpur dengan membayar tiket sebesar 80 RM per orang.

Paling bagus dikunjungi malam hari, kalau siang hari biasa aja.

(Baca juga: [Malaysia Part 3] Tentang Hotel Geo , [Malaysia Part 4] Jatuh Cinta dengan Nasi Briyani?)

Malam itu saya serakah pingin sekalian ke KL Tower. Rambu di dekat Petronas Twin Tower menunjukkan arah menuju KL Tower, cuma tanda panah lurus aja nggak ada perkiraan jaraknya. Yaudah jalan kaki aja kayaknya deket, pikir saya malam itu. Ternyata..........jauh banget..........anjir. Sampai mandi keringat. Sampai kaki gempor. Tapi seneng karena di luar negeri! HAHAHAHA. Karena nggak masuk dan hanya mengambil foto KL Tower dari bawah, nggak banyak informasi yang saya dapat tentang tempat wisata ini.

KL Tower di malam hari

Masih ada kegemporan lainnya, yaitu.....kegemporan cari oleh-oleh.

to be continued...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ashton Kutcher's Best Movies

Berawal dari nonton film 'No Strings Attached'. Saya kemudian cari informasi film-film apa saja yang aktor utamanya Ashton Kutcher. Kenapa Ashton Kutcher? Because of that damn good looking face, what else?  😆 Ketemulah enam film. Dua di antaranya saya nggak terlalu suka, yaitu 'Dude, Where's My Car' (2000) dan 'What Happen in Vegas' (2008). 'Dude, Where's My Car'  bergenre komedi. Mungkin di tahun film itu rilis becandaan di dalamnya tergolong kocak dan banyak yang suka. Tapi kalau ditonton sekarang, film itu bego banget. Dua orang pemuda yang semalaman habis pesta sampai mabok di rumah pacarnya, seharian mencari mobil yang lupa diparkir dimana. Seharian itu mereka bertemu dengan orang yang aneh-aneh. Kalau bukan karena Ashton yang main, saya nggak mau nonton sampai selesai. Film kedua, 'What Happen in Vegas', lawan mainnya Cameron Diaz. Genre romantic comedy . Ceritanya sederhana dengan ending yang bisa ditebak. Dua orang yang sama-sama...

3 Signoras in 'Signora Pasta Malang'

Hulaaa!!  H-1 sebelum puasa kemarin, saya dan dua orang kolega (halah) mendadak pingin makan makanan enak. Karena saya akhir-akhir ini lagi suka banget eksplor makanan negara lain, saya ngajak makan makanan Italia. Teman saya nemu satu cafe ala Italia yang oke, namanya 'Signora Pasta Malang'. Sedangkan satunya lagi a.k.a senior kami berdua, ngikut aja maunya remaja-remaja gemes kayak kami ini. 'Signora Pasta Malang' terletak di Jl. Lasem No. 7 Oro-oro Dowo Kota Malang, dan masih baru banget dibuka di kota Malang (tanggal 14 April 2018). 'Signora Pasta Malang' adalah cabang dari 'Signora Pasta'. 'Signora Pasta' dibangun pada tahun 2011 oleh seorang Italian chef bernama Signore Pino dan istrinya Maria. Tempatnya homey banget, bersih, nyaman, rapi, dan memanjakan mata. Dinding cafe ini didekorasi dengan lukisan-lukisan khas Italia, botol-botol wine , foto-foto dokumentasi pemilik cafe , dan kliping surat kabar yang memberitakan tentang 'Sig...

Main ke Candi Singosari dan Candi Sumberawan

Nggak afdol rasanya kalo udah pernah ke Candi Borobudur dan Prambanan tapi belum pernah ke Candi Singosari dan Sumberawan. Kedua candi tersebut notabene terletak di Kecamatan Singosari, kecamatan yang hampir seperempat abad ini saya tinggali. Candi Singosari dan Sumberawan memang tidak semegah dan sebesar Candi Borobudur maupun Prambanan. Jauh buanget kalo ukurannya yang dibandingkan. Mungkin karena itulah saya dulu nggak pernah punya niatan untuk berkunjung ke Candi Singosari dan Sumberawan. *jahat* *padahal kalo disuruh bikin candi sendiri nggak bisa* Candi Singosari Candi Singosari terletak di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Letaknya di tepi jalan dan dikelilingi rumah-rumah penduduk. Candi Singosari dibangun pada masa Kerajaan Singosari (1222-1292 M) dan termasuk ke dalam jenis candi Hindu-Budha. Fungsi Candi Singosari adalah sebagai candi pendharmaan. Sampai saat ini, masih ada yang meletakkan dupa dan sesaji di dalam candi. Candi Singosari dip...